Aku lihat ibu tiriku yang bokongnya gede lagi dikentut dua kontol item di belakang rumah

Aku pun berusaha memasang tampang cuek, meski iman ini mulai terguncang,..“Pak Agus,..” Suara lembut itu memanggil,..“Ya,..” Kata-ku menjawab,..masih berusaha memberikan ekspresi datar,..“Saya Veronica, murid BLK bapak…” Memperkenalkan diri “ Boleh saya duduk?”“Oh ya silahkan, Veronica dari kelas G?” Aku pura-pura bertanya, meski sebagai lelaki tidak mungkin aku tak mengingat mahasiswi secantik Veronica“Iya pak, saya mau minta bantuan pak,..” tampaknya dia sudah biasa berbuat seperti ini, hingga tak malu-malu lagi untuk mengajukan permintaan yang sebenarnya memalukan itu,..“Oh, memang apa yang bisa saya bantu?” Aku pura-pura bertanya meski sudah bisa menerka keinginan-nya,..“Nilai saya Pak, Cuma 24,..Saya mau lulus pak,..” Dia meminta lagi tanpa rasa maluWajahnya pun terlihat cuek, seolah tak bersalah,..“Wah, jauh ya,..gimana

Aku lihat ibu tiriku yang bokongnya gede lagi dikentut dua kontol item di belakang rumah