Adik Tiri yang Harus Membayar dengan Tubuhnya!

“Telepon Pak Ricky, dari Felly.”
Shit..! “Hey, kenapa lo?”
“Hhh, nggak apa-apa,” jawabku sambil berusaha berdiri dan menegak-negakkan badan. Bokep Twitter​ Terus terang hal terakhir yang kubutuhkan saat ini adalah berbicara dengannya. Kususupkan tangan kananku ke balik kaus dalamnya, masuk ke dalam BH-nya. Tidak juga. Ia selalu sengaja memakai baju-baju kerja yang menonjolkan keindahan tubuhnya. Paling tidak aku kehilangan keperjakaanku gara-gara tempat ini beberapa tahun lalu. Sejak itu aku tak tahu kabar beritanya.Entah apa yang dibicarakannya dengan teman-temannya. “Bilang aku sedang keluar kantor,” balasku di interkom, “Kamu ke sini sekarang, jangan lupa kunci pintu kalau masuk.”
“Ah, Bapak.”Indri sekretaris terbaik yang kumiliki. Tempat ini sejarah bagiku. Dulu waktu kami masih pacaran hampir selusin kali kami bubar

Adik Tiri yang Harus Membayar dengan Tubuhnya!